Saturday, May 8, 2010

Kimia untuk Anak-anak: Mengapa Tidak...?

Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Kimia untuk Anak-anak: Mengapa Tidak...?
Nur Novita

MEMANG agak mengerikan mendengarnya. Kimia? Untuk anak-anak? Apakah Anda gila?TETAPI, coba Anda dengarkan kata-kata berikut: "Okelah, Anda bertanya: Apakah kimia itu? Inilah definisi terbaik kami. Kimia adalah ilmu yang mempelajari zat dan perubahan-perubahannya yang menyertai zat tersebut. Mengapa hal itu terjadi? Memang begitulah apa adanya. Banyak. Semua yang ada di Bumi, apa yang ada di tata surya kita, semua yang terdapat di galaksi, dan setiap yang ada di alam ini terbuat dari zat. Zat adalah nama yang diberikan para ilmuwan untuk semua yang dapat kita sentuh, lihat, rasakan, atau cium/hirup. Mari kita lihat!"

Kata-kata di atas diambil dari sebuah situs untuk anak-anak: http://www.chem4kids.com yang memuat masalah-masalah mendasar di bidang ilmu kimia yang ditujukan untuk anak-anak.

Wow! Betapa luas dan mendasarnya ilmu kimia!

Adalah sangat menggelikan apabila kita sering mendengar terjadinya kesalahpahaman tentang ilmu kimia bahkan untuk hal yang mendasar sekalipun. "Dijual: produk bla-bla-bla yang bebas bahan kimia", padahal pada kenyataannya produk tersebut juga mengandung bahan kimia yang merupakan komponen dasar kehidupan yaitu air yang dalam bahasa kimianya disebut H2O.

esalahan siapakah jika terjadi hal seperti ini? Ternyata ketidakpedulian masyarakat terhadap kimia telah terbentuk sedemikian rupa sehingga terjadi hal semacam ini. Selain itu, image negatif mengenai ilmu kimia semakin memperparah suasana. Kimia dihubungkan dengan segala sesuatu yang mengerikan, merusak, dan berbahaya. Adanya peristiwa-peristiwa pengeboman di Jakarta menambah image negatif tersebut. Karena pada kenyataannya, bom tak lepas dari terlibatnya reaksi kimia.

Hal-hal positif mengenai ilmu kimia telah dilupakan masyarakat. Padahal kimia telah menolong kehidupan dan peradaban manusia sehingga mempermudah manusia melakukan aktivitasnya. Berbagai jenis produk kebutuhan sehari-hari dihasilkan dengan melibatkan proses-proses kimia. Bahkan tempe makanan asli Indonesia juga dihasilkan dari proses kimia.

Untuk itulah menyambut era globalisasi yang semakin mendekati kita, selain kemampuan bahasa seperti bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, ilmu komputer, juga diperlukan pengetahuan mendasar mengenai ilmu alam (sains) khususnya tema yang diangkat kali ini yaitu ilmu kimia. Ilmu kimia memang penting untuk dipelajari sejak kanak-kanak. Selain dapat membangun kemampuan analitis anak-anak, juga dapat memberikan bekal yang sangat mendasar tentang proses yang terjadi di alam ini.

Dalam situs http://www.chem4kids.com dijelaskan tentang komponen dasar kehidupan seperti zat, atom, unsur, molekul, reaksi-reaksi kimia sederhana, dan matematika kimia yang sangat berguna bagi pendidikan anak.

Selain itu, situs ini ingin melakukan pendekatan interaktif dan menarik dalam mempelajari ilmu kimia. Seperti, misalnya, dengan melakukan permainan, kuis, tur atau perjalanan dengan peta-peta yang menarik, bahkan terdapat search engine yang dapat dipergunakan untuk mencari informasi mendasar tentang ilmu kimia.

Pada bagian pertama dijelaskan tentang zat, yang menceritakan tentang benda-benda yang dapat kita temukan sejauh mata memandang. Selain itu juga terdapat contoh-contoh konkret yang sangat menarik. Semua pelajaran dilakukan untuk bersenang-senang dan hiburan. Dan memang pada kenyataannya metode permainan dan hiburan cocok diterapkan pada anak karena sesuai dengan dunia anak-anak yang penuh warna.

Selain itu dengan mempelajari ilmu kimia sejak dini, diharapkan agar anak dapat memahami proses-proses kimia sederhana sehingga dapat menghindari aspek-aspek bahaya dari ilmu kimia jika ternyata ada di sekitar mereka.

Sebagai contoh adalah banyaknya zat-zat kimia di sekitar rumah kita. Hair spray untuk rambut, obat nyamuk, obat nyamuk bakar, pemutih untuk cat tembok rumah kita, zat-zat dalam kulkas, AC, gas pada kompor gas, korek api, dan sebagainya.

Dengan mengetahui apa yang terkandung dalam bahan-bahan tersebut, serta bagaimana proses reaksi yang terjadi secara global, diharapkan anak-anak dapat berhati-hati serta waspada dan menggunakan bahan-bahan tersebut secara bijaksana. Kimia memang indah, menarik, tapi aspek bahaya dari ilmu kimia tak dapat kita biarkan begitu saja.

Dalam ilmu kimia juga terdapat senyawa-senyawa kimia yang berwarna-warni sehingga dapat merangsang imajinasi anak, mengundang kreativitas dalam diri si anak agar dapat muncul ke permukaan dan menyatu dalam jiwa dan perkembangan anak.

Permainan-permainan analitis dan imajinatif dalam ilmu kimia dapat merangsang daya konstruktif anak dengan mempelajari ilmu kimia. Banyak hal positif yang dapat digali dari dalam jiwa anak-anak dengan mempelajari ilmu kimia sejak dini.

Memang seperti itulah yang terjadi pada anak-anak yang mempelajari hal-hal yang mendasar. Dan pada masa kanak-kanak kemampuan otak untuk mengingat dan menyerap informasi semakin baik dibandingkan umur yang lebih tua. Sehingga semakin dini usia seseorang dalam mempelajari sesuatu, semakin lama memori tersebut melekat pada ingatannya. Dan ketika pada usia anak mencapai usia di mana secara formal ia harus mempelajari ilmu kimia, anak tersebut telah memiliki memori tentng ilmu kimia yang telah ditanamkan sejak kecil. Hal ini secara umum dapat mempermudah ia dalam mempelajari ilmu kimia nantinya.

Masalah kesehatan anak juga dapat tertolong sejak dini dengan mempelajari ilmu kimia. Ilmu kimia juga mengandung pengetahuan tentang proses-proses biokimia dalam tubuh. Dengan mengetahui proses-proses yang sederhana mengenai bagaimana tubuh kita mengolah makanan dalam tubuh mungkin dapat memotivasi anak untuk menggemari makanan yang dikenal sebagai musuh anak-anak seperti sayur-sayuran, buah-buahan bahkan vitamin tambahan dan obat-obatan. Dengan diberi pengetahuan dan pengertian tentang bagaimana zat-zat makanan diolah tubuh diharapkan agar anak lebih mudah untuk diasupi makanan yang bergizi sehingga dapat menunjang gizi anak secara keseluruhan.

Dengan mencermati keuntungan-keuntungan mempelajari ilmu kimia sejak dini, mengapa kita tidak mencoba melakukannya di sini, di Indonesia?

Tak dapat dipungkiri, kerap kali masalah biaya menjadi hambatan dalam melakukan dan memulai suatu program. Tapi, hal ini merupakan investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia di masa mendatang. Bukankah kita memimpikan agar anak Indonesia nantinya akan siap menghadapi tantangan globalisasi? Ilmu kimia sejak dini merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Sumber : Kompas (24 Agustus 2001)
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1095702879&3

No comments:

Post a Comment