Sunday, June 20, 2010

HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA

HAKEKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA
A.   Pengertian Hakikat Manusia
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a.Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b.Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c.yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d.Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e.Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f.Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g.Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h.Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Manusia memiliki ciri khas yang secra prinsipil berbeda dari hewan. Ciri khas manusia yang membedakannya dari hewan terbentuk dari kumpulan terpadu (integrated) dari apa yang disebut hakikat manusia. Disebut hakikat manusia karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan.

B. Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat, khususnya filsafat antropologi. Landasan dan tujuan pendidikan sifatnya filosifis normatif. Bersifat filosofis karena untuk mendapatkan landasan yang kukuh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar, sistematis dan universal tentang ciri hakiki manusia. Bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuh-kembangkan sifat hakikat manusia tersebut sebagai sesuatu yang bernilai luhur.


C. Pengertian Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri–ciri karakteristik, yang secara prinsipil (bukan hanya gradual) membedakan manusia dari hewan.
Beberapa filsup seperti Socrates menamakan manusia itu Zoon Politicon (hewan yang bermasyarakat), Max Scheller menggambarkan manusia sebagai das Kranke Tier (hewan yang sakit) yang selslu gelisah dan bermasalah.

D. Wujud Sifat Hakikat Manusia
Wujud sifat hakikat manusia yang dikemukakan oleh paham eksistensialisme, yaitu:
a)Kemampuan menyadari diri;
b)Kemampuan bereksistensi;
c)Pemilikan kata hati;
d)Moral;
e)Kemampuan betanggungjawab;
f)Rasa kebebasan (kemerdekaan);
g)Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak;
h)Kemampuan menghayati kebahagiaan.

E. Dimensi–Dimensi Hakikat Manusia serta Potensi , Keunikan dan Dinamikanya
Ada 4 macam dimensi hakikat manusia, yaitu:
1. Dimensi Keindividualan;
Demikian, kata M.J Langeveld ( pakar pendidikan dari Belanda ) yang mengatakan bahwa setiap orang memiliki individualitas. Bahkan dua anak kembar yang berasal dari satu sel telur pun, serupa dan sulit dibedakan satu dari yang lain, hanya serupa tapi tidak sama, papalagi identik.
Kesanggupan untuk memikul tanggungjawab sendiri merupakan ciri yang sangat esensial dari adanya individualitas pada diri manusia. Dengan kata lain, kepribadian seseorang tidak akan terbentuk dengan semestinya sehingga seseorang memiliki warna kepribadian yang khas sebagai milikny. Jika terjadi hal yang demikian, eseorang tidak memiliki kepribadian yan otonom dan orang yang seperti ini tidak akan memiliki pendirian serta mudah dibawa oleh arus masa.

2. Dimensi Kesosialan;
Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya.
Immanuel Kant ( Filsup Jerman ) menyatakan : Manusia hanya menjadi manusia jika berada diantara manusia. Kiranya tidak usah dipersoalkan bahwa tidak ada seorang manusiapun yang dapat hidup seorang diri lengkap dengan sifat hakikat kemanusiaannya ditempat terasing yang terisolir. Mengapa demikian ? Sebabnya, orang hanya dapat mengembangkan individualitasnya di dalam pergaulan sosial. Seseorang dapat mengembangkan kegemarannya, sikapnya, cita-citanya di dalam interaksi dengan sesamanya. Seseorang berkesempatan untuk belajar dari orang lain, mengindentifikasi sifat-sifat yang dikagumi dari orang lain untuk dimilikinya, serta menolak sifat-sifat yang tidak dicocokinya. Hanya didalam berinteraksi dengan sesamanya, dalam saling menerima dan memberi, sesorang menyadari dan menghayati kemanusiaannya.

3. Dimensi Kesusilaan;
Kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket. Persoalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai-nilai. Pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil kemampuan susila, serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila.



4. Dimensi Keberagaman.
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Dapat dikatakan bahwa agama menjadi sandaran vertikal manusia. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Ph. Kohnstamn berpendapat bahwa pendidikan agama seyogyanya menjadi tugas orang tua dalam lingkungan keluarga, karena pendidikan agama adalah persoalan efektif dan kata hati.

F. Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia
Pendidikan pada dasarnya baik tetapi dalam pelaksanaannya mungkin saja bisa terjadi kesalahan – kesalahan yang lazimnya disebut salah didik. Hal demikian bisa terjadi karena pendidik itu adalah manusia biasa, yang tidak luput dari kelemahan–kelemahan sehubungan itu, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu:
1.Pengembangan yang utuh, dan
2.Pengembangan yang tidak utuh.

G. Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya
Sosok Manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan didalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang. Dinyatakan bahwa Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan Lahiriyah ataupun kepuasan Batiniah saja, tetapi pembangunan itu merata di seluruh tanah air, bukan hanya untuk golongan atau sebagian dari masyarakat. Selanjutnya juga diartikan sebagai keselarasn hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia dengan lingkungan sekitarnya, keserasian hubungan antar bangsa-bangsadan juga keselarasan cita- cita hidup di dunia dengan kebahagiaan di akhirat.

No comments:

Post a Comment