Thursday, June 24, 2010

jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Penyesuaian tidak berarti pembetulan dari kesalahan yang terjadi, karena setiap kesalah pada komputer akuntansi dapat langsung dilakukan pada record yang diketahui salah. Penyesuaian merupakan hal yang penting pada sistem periodical system yang dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan. Perpetual system sesungguhnya tetap membutuhkan penyesuaian hanya saja dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan, sehingga banyak yang mengatakan dalam perpetual system tidak dibutuhkan penyesuaian.
Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah :
Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
Taksiran piutang tak tertagih
Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.

Sebenarnya neraca lajur lebih tepat disebut kertas kerja yang digunakan sebagai alat pembantu dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi yang formal dan karena sifatnya tidak formal maka penyusunannya dapat juga dilakukan dengan menggunakan pensil sehingga mudah dikoreksi apabila tetjadi kesalahan.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

A.RUMUSAN MASALAH
Yang menjadi rumusan masalah pada artikel ini adalah:
1.Apakah yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan?
2.Bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan?

B.TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan dari artikel ini adalah sebagai berikut:
1.Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan
2.Menjelaskan cara membuat jurnal penyesuaian, neraca lajur dan laporan keuangan


BAB II
LANDASAN TEORI


A.Prinsip-prinsip dan Praktik-praktik Akuntansi
Akuntansi dapat diartikan sebagai “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan antara lain Penanam Modal, membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan perusahaan, Kreditur dan supplier perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Akuntansi juga mengenal adanya spesialisasi seperti halnya dengan ilmu sosial lainnya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi: Akuntansi Keuangan, Auditing, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran, Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi sosial.
Peranan Akuntansi dalam kegiatan perusahaan dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan alat evaluasi hasil kegiatan. Akuntansi sebagai alat perencanaan dapat terlihat apabila manajemen ingin mengetahui berapa jumlah uang yang harus dibayar, kapan jatuh temponya dan kepada siapa harus dibayar ini semuanya dapat diketahui dari catatan akuntansi. Sedangkan akuntansi sebagai alat evaluasi hasil kegiatan dapat terlihat apabila manajemen ingin membandingkan antara pelaksanaan sesungguhnya dengan tujuan yang direncanakan.
Setiap kejadian atau peristiwa mengakibatkan adanya perubahan terhadap posisi keuangan dari suatu organisasi disebut dengan transaksi. Dalam perusahaan transaksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu transaksi intern dan transaksi ekstern. Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva sedangkan hak atau sumber dari mana aktiva tersebut berasal disebut ekuitas (hak milik). Hubungan antara aktiva dan hak milik ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
Aktiva = Ekuitas
Ekuitas dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu hak milik dari kreditur (disebut dengan utang) dan hak milik dari pemilik perusahaan (disebut dengan modal atau ekuitas) dengan demikian persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
Aktiva = Utang + Ekuitas
Laporan Akuntansi
Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan perubahan arus kas. Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.
Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan.
Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2). Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.

B. SIKLUS AKUNTANSI
Pencatatan Transaksi
Pengaruh transaksi terhadap suatu perusahaan di dalam akuntansi dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan akuntansi sebagai berikut:
Aktiva = Utang + Ekuitas atau A = U + E
Ekuitas (modal) perusahaan dapat berubah apabila perusahaan memperoleh Pendapatan (P) atau adanya setoran modal, dan perusahaan menyerap Beban (B) atau adanya pengambilan modal (prive).
Meskipun setiap transaksi dapat dicatat dengan persamaan akuntansi seperti di atas, namun bentuk pencatatan tersebut kurang praktis digunakan, karena transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya yang jumlahnya dapat mencapai ratusan.
Agar informasi harian dapat tersedia, pada saat dibutuhkan, dan laporan keuangan dapat disusun setiap saat, maka perlu dibuat catatan yang terpisah untuk setiap pos. Catatan tersebut dalam akuntansi disebut dengan rekening (akun). Sedangkan kelompok rekening yang berkaitan dan merupakan satu unit disebut buku besar (ledger).
Akun adalah catatan formal akuntansi yang digunakan untuk mengikhtisarkan transaksi yang terjadi selama periode akuntansi dan bentuk akun ini dapat bermacam-macam. Bentuk paling sederhana suatu akun terdiri atas tiga bagian: (1) Judul, yang menunjukkan nama dari pos yang dicatat, (2) ruang (tempat) untuk mencatat penambahan jumlah dari pos tersebut dalam unit rupiah (uang) dan (3) ruang untuk mencatat pengurangan jumlah dari pos tersebut. Bentuk rekening tersebut sering disebut akun dua kolom atau akun T.
Pada akhir periode seluruh akun dijumlahkan dan dihitung saldonya. Akun-akun ini merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Akun-akun pendapatan dan beban dipakai untuk menyusun laporan laba rugi, akun aktiva, utang dan ekuitas dipakai untuk menyusun neraca, akun ekuitas dan prive dipakai untuk menyusun laporan perubahan modal dan akun kas dipakai untuk menyusun arus kas.
Cara pencatatan langsung ke dalam akun sulit dilakukan dalam praktik, karena jumlah akun cukup banyak dan terjadi kesalahan sulit untuk melacak kesalahan tersebut, maka untuk pencatatan transaksi sebelum dilakukan pencatatan ke dalam akun, terlebih dahulu dicatat dalam buku jurnal. Buku jurnal yaitu buku yang digunakan untuk mencatat kejadian keuangan (transaksi) yang dilakukan secara urut waktu dan pencatatan dalam buku jurnal ini juga sejalan dengan persamaan akuntansi, dalam arti setiap transaksi akan didebet dan dikredit dalam jumlah yang sama. Bentuk buku jurnal ini yang banyak dikenal adalah bentuk dua kolom.


BAB III
PEMBAHASAN


A.AYAT JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.
1.Tujuan penyesuaian :
Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan biaya menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode
2. Akun-Akun yang Perlu Disesuaikan Pada Akhir Periode Akuntansi
Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:
a.Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
b.Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
c.Piutang pendapatan (accrued receivable)
d.Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
e.Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
f.Pemakaian perlengkapan
3.Pencatatan Jurnal Penyesuaian
a.Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.
Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.
Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
dicatat sebagai harta
dicatat sebagai beban
Ilustrasi pencatatan:
Pada tanggal 1 Agustus 2008 perusahaan membayar sewa kantor untuk masa dua
tahun sebesar Rp12.000.000,00. Jika dicatat sebagai harta, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang telah menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) dengan nilai sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00).
Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai beban, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang belum menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 17 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (17/24 x Rp12.000.000,00).
Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah


b.Pendapatan Diterima Di Muka
Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai utang (kewajiban), tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Contoh dari akun pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, bunga diterima di muka, asuransi diterima di muka, dan sebagainya.
Pencatatan pendapatan diterima di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
dicatat sebagai utang (kewajiban)
dicatat sebagai pendapatan
Ilustrasi pencatatan:
Tanggal 1 Agustus 2008 diterima sewa toko untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00.
Jika dicatat sebagai utang (kewajiban), ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang telah menjadi pendapatan adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai pendapatan, ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang belum menjadi pendapatan adalah 19 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (19/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah


c. Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima
Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau diterima pembayarannya.
Contoh akun pendapatan yang masih harus diterima adalah bunga yang masih harus diterima (piutang bunga), sewa yang masih harus diterima (piutang sewa), dan sebagainya.
Ilustrasi pencatatan:
Tanggal 1 November 2008 didepositokan uang ke bank sebesar Rp100.000.000,00 untuk tiga bulan dengan bunga 6% per tahun. Bunga deposito diterima secara bulanan setiap tanggal 1 bulan berikutnya.
Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, pendapatan bunga untuk bulan Desember 2008 sebesar Rp500.000,00 (=Rp100.000.000,00 x 0,5%) yang akan diterima tanggal 1 Januari 2009 harus dicatat sebagai pendapatan pada periode akuntansi tahun 2008, ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

d. Utang beban / Beban yang masih harus dibayar
Utang beban / Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah menjadi kewajiban dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau dilakukan pembayarannya.
Contoh akun beban yang masih harus dibayar adalah gaji yang masih harus dibayar, bunga yang masih harus dibayar, dan sebagainya.
Ilustrasi pencatatan:
Tanggal 1 Maret 2008 perusahaan meminjam uang ke Bank sebesar Rp20.000.000,00 dengan bunga 12% per tahun. Bunga dibayar di belakang setiap tanggal 1 September dan 1 Maret.
Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, maka beban bunga yang dibebankan untuk periode akuntansi yang bersangkutan adalah selama empat bulan (1 September 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp800.000,00 (=Rp20.000.000,00 x 4/12 x 12%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

e. Penyusutan aktiva tetap
Penyusutan aktiva tetap adalah berkurangnya kemampuan suatu aktiva tetap untuk memberikan manfaat ekonomis secara berangsur-angsur sejalan dengan perjalanan waktu.
Contoh akun aktiva tetap adalah peralatan kantor, peralatan toko, kendaraan, mesin, gedung, tanah, dan sebagainya. Besarnya nilai penyusutan aktiva tetap dicatat sebagai beban penyusutan aktiva tetap (D), tetapi tidak langsung dicatat pada aktiva tetap yang bersangkutan karena aktiva tetap harus dicatat sebesar harga perolehannya, akun yang dipakai adalah akumulasi penyusutan aktiva tetap (K) yang merupakan akun kontra aktiva tetap tersebut.
Ilustrasi pencatatan:
Tanggal 31 Desember 2008 dalam neraca saldo terdapat akun Gedung dengan saldo sebesar Rp350.000.000,00.
Misalnya pada akhir periode akuntansi diputuskan untuk menyusutkan nilai gedung sebesar 10%, sehingga besarnya beban penyusutan gedung yang ditetapkan pada periode tersebut sebesar Rp35.000.000,00 (=Rp350.000.000,00 x 10%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:


f. Pemakaian perlengkapan
Perlengkapan adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan perusahaan yang habis terpakai dalam jangka waktu satu tahun. Pada akhir periode akuntansi harus dihitung berapa perlengkapan yang sudah terpakai dan berapa perlengkapan yang masih tersisa.
Contoh akun perlengkapan adalah perlengkapan toko, perlengkapan kantor, dan sebagianya.
Pencatatan pemakaian perlengkapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a)sebagai harta (aktiva)
b)sebagai beban
Ilustrasi pencatatan:
Tanggal 15 Mei 2008 dibeli perlengkapan kantor seharga Rp2.500.000,00 secara tunai. Pada akhir periode akuntansi tanggal 31 Desember 2008, perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00.
Jika dicatat sebagai harta (aktiva), ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:

Bagian perlengkapan yang sudah terpakai sebesar Rp1.750.000,00 (=Rp2.500.000,00 - Rp750.000,00) ditetapkan menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Jika dicatat sebagai beban, ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:

Bagian perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00 belum menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:






B. NERACA LAJUR
Dalam akuntansi kita mengenal tiga proses kegiatan akuntansi yaitu:
1. Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal
2. Mempostsing dari jumal ke buku besar1
3. Menyusun neraca saldo
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan pada tiap-tiap akhir bulan atau pada akhir periode akuntasi. Saldo-saldo ini merupakan ringkasan dari akibat-akibat transaksi yang telah dicatat dalam suatu periode akuntansi. Seperti kita ketahui bahwa salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk mempersiapkan penyusunan laporan-laporan keuangan.
Sebelum menyusun laporan keuangan dari neraca saldo perlu diteliti lebih dahulu apakah saldo dari tiap-tiap rekening sudah menunjukkan keadaan yang benar sebab ada rekening-rekening yang sudah siap untuk dicantumkan dalam laporan keuangan dan adapula yang harus disesuaikan lebih dahulu. Dengan melaksanakan penyesuaian maka rekening-rekening riil akan menunjukkan saldo yang tepat per tanggal neraca, begitu pula halnya dengan rekening-rekening nominal akan menunjukkan saldo yang tepat untuk periode yang bersangkutan. Dalam perusahaan yang kecil dinama jumlah rekening yang ada dalammbuku besar tidak begitu banyak maka penyusunan laporan keuangannya dapat dilakukan dengan cara langsung dari neraca saldo yang telah disesuaikan. Tetapi dalam perusahaan-perusahaan yang memiliki rekening yang begitu besar yang banyak jumlahnya, penyusunan laporan keuangan secara langsung dari neraca saldo yang telah disesuaikan tidaklah mudah.,Cara yang demikian tidak jarang menimbulkan kesalahan dalam menyusun laporan-laporan keuangan dan apabila diketahui telah terjadi kesalahan maka usaha untuk mencari letak kesalahannya sering kali membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dibutuhkan suatu alat yang disebut neraca lajur. Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa semua perkiraan yang ada dalam neraca saldo harus diadjust agar supaya dapat memberikan gambaran yang wajar, sehingga apabila laporan keuangan itu disusun tidak akan mengelirukan pembacanya.
Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.2Sebenarnya neraca lajur lebih tepat disebut kertas kerja yang digunakan sebagai alat pembantu dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi yang formal dan karena sifatnya tidak formal maka penyusunannya dapat juga dilakukan dengan menggunakan pensil sehingga mudah dikoreksi apabila tetjadi kesalahan.

2. Tujuan Neraca Lajur
Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai dengan penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya. Neraca lajur bukan merupakan laporan keuangan maka tidak perlu diberikan kepada pihak luar seperti kreditur, pemegang saham dan sebagainya. Perlu disadari pula neraca lajur tidak dapat menggantikan kedudukan pencatat akuntansi atau laporan keuangan dan semata-mata hanya merupakan alat pembantu untuk laporan keuangan. Walaupun demikian neraca lajur ini sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk dapat melihat perkiraan-perkiraan yang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari sehinggas pihak manajemen dapat mengontrol setiap pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan perubatan neraca lajur adalah:
1.Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
2.Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data-data penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun lapoan keuangan yang formal
3.Untuk memudahkan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan jurnal penyesuaian.
PENYUSUNAN NERACA LAJUR
Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum diadakan penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaian dapatlah ditentukan data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan. Neraca lajur tersebut haruslah disusun berkolom-kolom dan untuk perusahaan dagang atau jasa biasanya terdiri dari 8 kolom yaitu :
Kolom neraca saldo ysang terdiri dari kolom D dan K
Kolom adjustment yang terdiri dri kolom D dan K
Kolom rugi laba yang terdiri dari kolom D dan K
Kolom neraca akhir yang terdiri dari kolom D dan K 3
Dalam prakteknya bentuk neraca lajur yang banyak digunakan terdiri dari lima pasang kolom dimana tiap-tiap pasang kolom terdiri atas kolom debet dan kredit. Adapun prosedur yang harus dilaksanakan dalam penyusunan neraca lajur terdiri dari lima langkah sebagai berikut :
1.saldo-saldo rekening buku besar kedalam kolom neraca saldo
Nama-nama rekening dan saldo rekening pertanggal 31 Des disalin dalam kolom-kolom neraca saldo. Dalam praktek sehari-hari jumlah ini dapat disalin langsung dari buku besar, sebab apabila disusun terlebih dahulu berarti dafar saldo dalam bentuk neraca saldo secara khusus tercatat dua kali dan akan terjadi pekerjaan double. Setelah jumlah neraca saldo tersebut dicatat didalam neraca lajur maka kedua kolom itu dijumlahkan dan jumlahnya ditulis pada bagian bawah kolom tersebut.
2.Masukkan penyesuaian ke dalam kolom-kolom penyesuaian.
Perlu diperhatikan bahwa penyesuaian yang dilakukan dalam neraca lajur adalah sebelum penyesuaian dilakukan dalam jurnal dan sebelum diposting kedalam buku besar.
3.Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan
Tiap-tiap saldo rekening yang tercantum dalam kolom-kolom neraca saldo digabungkan dengan angka-angka yang tercantum didalam penyesuaian dan jumlah ini kemudian di cantumkan dalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Sudah barang tentu apabila didalam kolom penyesuaian tidak angka yang perlu disesuaikan maka angka dalam kolom neraca saldo dipindahkan kedalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Banyak rekening-rekenig didalam neraca saldo yang tidak terpengaruh oleh penyesuaian yang dilakukan pada akhir periode saldo-saldo rekening semacam ini dimasukkan kedalam neraca saldo setelah disesuaikan, maka kedua kolom ini dijumlahkan dan jumlah kedua kolom tersebut harus sama.
4.Jumlah-jumlah di dalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan kedalam kolom-kolom dan laba atau kolom-kolom neraca.
Langkah berikutnya dalam pembuatan neraca lajur adalah memindahkan saldo-saldo rekening aktiva, hutang, modal dan prive ke dalam kolom neraca dan memindahkan saldo-saldo rekening biaya dan penghasilan ke dalam kolom rugi laba didalam neraca lajur. Proses pemindahan ini dilakukan mulai dari rekening yang dicantumkan paling atas didalam neraca lajur, biasanya rekening yang tercantum paling atas adalah rekening kas. Saldo rekening kas dipindahkan ke dalam sisi debet dari kolom neraca. Setelah itu rekening-rekening berikutnya baris demi baris dipindahkan ke dalam sisi yang tepat dan kolom yang tepat sesuai dengan jumlah jenis rekeningnya. Pemindahan baris demi baris seperti diuraikan di atas akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pemindahan ke dalam kolom dan sisi yang tepat.
Proses pemindahan saldo-saldo rekenig ini, sebenarnya merupakan suatu proses pemilihan atas rekening-rekening, untuk menentukan rekening-rekening mana yang dicantumkan dalam neraca dan rekening-rekening mana yang dicantumkan dalam laporan rugi laba dan pada sisi mana rekening-rekening dicantumkan.
5.Menjumlahkan kolom-kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca. Memasukkan angka "laba bersih" sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan sekali lagi menjumlahkan kolom-kolom tersebut
Laba bersih atau rugi untuk suatu periode ditentukan dengan cara menghitung selisih antara jumlah sisi kiri (Debet) dan jumlah sisi kanan(kredit) dari kolom-kolom rugi laba. Dari contoh neraca lajur yang dibuat tadi dapat dilihat bahwa jumlah sisi kredit lebih bersih dripada jumlah sisi debet. Selisih antara jumlah sisi kredit dengan jumlah sisi debet menunjukkan laba bersih.

C.LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
Laporan neraca
Laporan laba/rugi
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan arus kas atau Laporan arus dana
Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Dasar Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis.
Laporan keuangan terdiri dari :
1.Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
2.Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu.
a.Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :
Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun
Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.
b.Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :
Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang.
Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang
Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.
c.Laporan laba ditahan yaitu daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden.
d.Laporan arus kas yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas pembiayaan.

Pemakai Laporan Keuangan
Investor
Karyawan
Pemberi Pinjaman
Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
Pelanggan
Pemerintah
Masyarakat

Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
Dapat Dipahami
Relevan
Keandalan
Dapat diperbandingkan

Penyusunan Laporan Keuangan
Dalam perhitungan laba rugi perusahaan ditahan dan neraca disusun berdasarkan perkiraan dan data yang tertera dalam lajur laporan pada neraca lajur. Laporan keuangan ini dapat beraneka ragam dalam hal format, terminologi yang digunakan dan luasnya rincian yang disajikan. Bentuk yang paling sering digunakan akan diuraikan sebagai berikut :


Perhitungan rugi laba
Ada dua bentuk perhitungan rugi laba yang dipakai secara luas yaitu:
- Bentuk bertahap (Multiple step)
- Bentuk Langsung (Single step)4
1. Bentuk Bertahap (Multiple Step Form)
Perhitungan ini disebut perhitungan bentuk bertahap karena terdiri dari banyak bagian, sub bagian dan sub saldo. Dalam kenyataan sehari-hari banyak ditemui variasi rincian yang disajikan dalam perhitungan rugi laba tersebut. Misalnya ada laporan terpisah mengenai penjualan kotor (gross sales) dan retur, potongan penjualan, potongan tunai, dan yang lain langsung mulai dri penjualan bersih tunai (sales netto). Data yang mendukung untuk menghitung harga pokok barang yang dijual sering dihilangkan. Bagian-bagian perhitungan rugi laba bentuk bertahap untuk perusahaan seringkali hanya disinggung secara sepintas sebagai berikut:
a. Pendapatan dari penjualan (Revenue From Sales)
Yaitu keseluruhan jumlah tagiah kepada pelanggan atas barang yang dijual, baik secara tunai maupun secara kredit akan dilaporkan dalam bagian ini. Return dan potongan penjualan dikurangkan dari penjualan kotor untuk mendapatkan jumlah penjualan secara bersih.
b. Harga Pokok Penjualan (Cost of Merchandising Sold)
Yaitu bagaimana cara menetapkan angka yang penting ini, telah dijelaskan dalam gambar. Istilah lain yang sering dipakai adalah harga pokok penjualan (Cost of Sales)
c. Laba Kotor (Gross Profit)
Yaitu perbedaan pendapatan bersih dengan harga pokok penjualan disebut dengan laba kotor (gross profit), laba kotor atas penjualan (gross profit on sales, atau margin kotor (gross margin). Laba tersebut disebut kotor karena beban operasi masih harus dikurangi dengan jumlah tersebut.
d. Beban Operasi
Yaitu biaya-biaya, atau beban operasi yang dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok dan sub kelompok. Pada pemsahaan pengecer seperti dalam halnya contoh yang telah diberikan uimumnya orang cukup dengan membagi beban operasi menjadi duakelompok yaitu beban penjualan dan beban umum.
e. Biaya Penjualan
Dalam kegiatan perusahaan beban yang mungkin timbul adalah baik yang secara langsung maupun yang tidak secara langsung yang seluruhnya berhubungan dengan penjualan barang dagangan dapat digolongkan kedalam beban penjualan (Selling Ekspenses). Beban ini antara lain seperti beban gaji karyawan penjualan, pelengkapan gudang yang digunakan, penyusutan peralatan gedung, dan beban iklan.
f. Laba dari Operasi (Income from Operation)
Yang dimaksud dengan laba dan oeprasi adalah selisih antara laba kotor dengan total beban operasi. Jumlah operasi dan hubungannya dengan investasi modal serta selisih merupakan faktor penting untuk menilai efisiensi manajemen serta menilai tingkat profitabiklitas perusahaan. Apabila beban operasi perusahaan lebih besar dari laba kotor maka selisih itu disebut kerugian dari operasi (Soss from Operation).
g. Pendapatan lain-lain (Other Income)
Pendapatan yang bersumber dari luar kegiatan utama perusahaan dapat digolongkan sebagai pendapatan lain-lain atau pendapatan diluar operasi (Other Income or Non operating Income). Dalam perusahaan dagang golongan pendapatan ini antara lain adalah bunga, sewa, deviden, dan laba dari aktiva tetap.
h. Beban lain-lain (Other Expenses)
Yang dimaksud dengan other expenses adalah beban yang tidak dapat dikaitkan dengan opeasi perusahaan akan disebut beban lain-lain atau beban diluar operasi (Other expenses or Non operating expenses). Contoh dari beban ini adalah beban bunga untuk pembiayaan kegiatan perusahaan atas kerugian penjualan kativa tetap. Dalam kedua golongan pos non operasi ini perhitungan laba rugi saling mengurangi bila jumlah pendapatan lain-lain melebihi jumlah pendapatan kotor maka selisihnya akan mengurangi laba operasi.
i. Laba bersih (Net Income)
Yang dimaksud dengan net income atau laba bersih adalah angak terakhir dalam hitungan rugi laba. Laba bersih merupakan penambahan bersih pada modal operasi yang bersasal dari kegiatan mencari laba.

2. Bentuk Langsung (Single Step Form)
Disebut sebagai perhitungan rugi laba dalam bentuk langsung adalah karena semua beban dikurangi dengan total semua pendapatan. Contohnya dalam sebuah ilustrasi terlihat bahwa datanya sengaja dipadatkan agar perhatian tertuju kepada ciri umumnya. Keunggulan langsung dari bentuk langsung adalah kesederhanaan dan penekanannya pada total pendapatan dan total beban langsung sebagai faktor-faktor penentu laba bersih. Sedangkan kelemahannya adalah beban hubunganhubungan seperti laba kotor terhadap penjualan dan laba operasi terhadap penjualan tidak bisa cepat dihitung sebagaimana dalam bentuk bertahap. Dari hal tersebut bahwa pemakaian bentuk langsung atau single step lebih sederhana untuk digunakan tetapi tidak bisa cepat dihitung secara langsung.
Neraca
Neraca merupakan susunan neraca dimana dalam aktiva dicantumkan pada sebelah kir sedangkan kewajiban dan modal pada sebelah kanan, disebut bentuk perkiraan (account form). Apabila keseluruhan laporan itu dibatasi dalam bentuk satu halaman ketiga bagian neraca saja, biasanya disajikan secara berturut-turut dari bagian atas total aktiva sama dengan total gabungan kedua
Laporan Laba Ditahan
Laporan laba ditahan merupakan ikhtisar perubahan perkiraan laba ditahan yang terjadi selama periode fiskal. Laporan ini berfungsi sebagai penghubung antara perhitungan laba rogi dan neraca. Sering juga dinanalisa laba ditahan ditambahkan dibagian perhitungan laba rugi dalam rangka menyusun gabungan perhitungan rogi laba dan ditahan (Combined income and retained earnings statement). Perhitungan rugi laba dari laporan gabungan tersebut dapat disusun dengan baik dengan bentuk bertahap maupun dengan bentuk langsung. Bentuk laporan gabungan tersebut menekankan arti laba bersih sebagai antara penghubung antara perhitungan rugi laba dan laba ditahan, yang menggunakan modal, dengan memperjelas pengertian bagai pembaca laporan, Kritik yang diutarakan pada laporan penggabungan ini ialah bahwa laba bersih tidak tertera secara mencolok dalam laporan tersebut. Walaupun demikian kita dapat besarnya laba bersih dari perhitungan sebelumnya yang telah dibuat apabila memang diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan tesebut.
Penyusunan Laporan-Laporan Keuangan dari Neraca Lajur
Tujuan pembuatan neraca adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Dengan diselesaikannya neraca lajur maka penyusunan laporan keuangan akan menjadi sangat mudah karena semua informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba telah tersedia. Dalam gambar dihalaan berikut disajikan contoh penyusunan laporan keuangan dalam neraca lajur.
Laporan rugi laba disusun dengan mengambil data data yang tercantum dalam kolom-kolom rugi laba sedangkan neraca disusun dengan mengambil datadata yang tercantum dalam kolom neraca lajur.
Dasar Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis.
Laporan keuangan terdiri dari :
1.Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
2.Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu.
a.Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :
Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun
Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.
b.Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :
Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang.
Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang
Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.
c.Laporan laba ditahan yaitu daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden.
d.Laporan arus kas yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas pembiayaa

BAB IV
PENUTUP


A.SIMPULAN
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya. Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:
a.Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
b.Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
c.Piutang pendapatan (accrued receivable)
d.Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
e.Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
f.Pemakaian perlengkapan
Neraca lajur adalah kertas kerja yang berbentuk kolom-kolom (lajur) yang digunakan untuk menampung rangkuman transaksi-transaksi rekening buku besar beserta penyesuaiannya sehingga dihasilkan suatu laporan keuangan. Neraca lajur digunakan agar dalam menyusun laporan keuangan dapat lebih sistematis dan meminimkan kesalahan dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur tidak bersifat formal dan hanya untuk intern saja sehingga tidak perlu diberikan ke pihak lain. Dalam neraca lajur, saldo rekening-rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara-cara yang sesuai dengan penyusunan rekening-rekening dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

B.SARAN
Artikel yang telah dibuat masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan saran dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

Suharli, Michell. 2006. Akuntansi Untuk Bisnis Jasa Dan Dagang. Yogyakarta: Graha Ilmu.
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Debit_dan_kredit&action=edit&redlink=1
http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan-keuangan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Laporan_keuangan
http://paksiman.blogspot.com/2009/04/jurnal-penyesuaian.html
http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan-keuangan/
http://catatan-akt.blogspot.com/2008/01/neraca-lajur.html
http://dahlanforum.wordpress.com/2008/04/21/pengertian-laporan-keuangan/

No comments:

Post a Comment