Wednesday, June 9, 2010

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS KIMIA KOMPUTASI

BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, melainkan juga pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan. Dengan demikian, tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi, karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas, 2003).
Mutu pendididikan IPA, berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru, efektivitas proses pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya. Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris, verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis, kurang upaya untuk melakukan demonstrasi, eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman,H., 2000).

Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi. Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam silabus kimia adalah Hidrokarbon. Materi tersebut merupakan konsep yang selalu ada dalam kurikulum ilmu kimia. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari hidrokarbon karena materi tersebut bersifat abstrak (Baharudin, 2000). Disamping itu pembelajaran materi tersebut yang dilakukan selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah dimana dengan materi yang cukup abstrak, umumnya menjadi beban bagi siswa. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif model pembelajaran yang dapat meminimalkan beban hafalan dan lebih meningkatkan minat belajar pada siswa, yaitu dengan cara pemanfaatan media komputasi. Sehingga dengan melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media komputasi ini, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi hidrokarbon.
Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi adalah umum dijumpai pada suatu proses pembelajaran. Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan, keterampilan, intelegensi, potensi dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar. Kemampuan peserta yang bervariasi pada suatu pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang bervariasi.
Salah satu penyebab kegagalan siswa dalam proses pembelajaran adalah karena siswa tidak pernah dirangsang untuk mencari, menemukan, dan mengeksplorasi sehingga siswa dapat belajar tidak hanya di sekolah namun juga dapat menggunakan alam semesta, lingkungan dan teknologi yang ada di sekitarnya.
Pemanfaatan media komputasi ini pada dasarnya merupakan suatu cara pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pengamatan terhadap materi yang ditampilkan melalui gambar-gambar slide pada layar LCD sehingga siswa dapat terlatih untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan pengamatan mereka pada layar LCD. Dimana menurut Henderleiter, J dan Pringle, DL (1999), dari pengamatan langsung inilah siswa dapat menggali sendiri suatu konsep yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran dan bahkan lebih dari itu, yaitu menimbulkan suatu sikap yang positif terhadap sains (ilmu pengetahuan) disamping tumbuhnya jiwa kooperatif serta tanggung jawab pada diri siswa, dan dengan demikian hasil belajar siswa-pun akan meningkat.

b. Rumusan Masalah
Masalah yang dapat diidentifikasi adalah menemukan strategi pembelajaran untuk memecahkan permasalahan yang dapat meningkatkan atau mengembangkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada umumnya dan pembelajaran materi hidrokarbon pada umumnya, termasuk siswa yang lamban. Namun tentunya masih memerlukan penjajakan dan pembuktian dalam praktek, serta kemungkinan penyempurnaan strategi dan taktik pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.
Maka yang menjadi rumusan masalah adalah : apakah penerapan strategi pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

c. Tujuan Penulisan
Adapun manfaat penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk siswa
• Menarik minat siswa terhadap pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
• Dapat mengeksplorasi pemikiran dan mendiskripsikan suatu konsep materi berdasarkan hasil pengamatan ilustrasi slide pada layar LCD.
• Siswa dapat berkomunikasi dengan baik.
2. Untuk Guru
• Meningkatkan kemampuan Guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal.
• Meningkatkan kemampuan Guru dalam pemanfaatan media komputasi.
• Mengeksplorasi kemampuan Guru untuk melakukan penelitian tindakan terhadap segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dalam proses belajar-mengajar di ruang kelas.

d. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Diperoleh output pembelajaran (dalam hal ini siswa) yang bukan hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga sebagai pencari ilmu sehingga dapat menguasai konsep ilmu yang hendak dicapai dengan mudah dan terekam lama dalam memorinya.
2. Sebagai salah satu informasi bagi guru tentang salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan pemanfaatan media komputasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia.
BAB II
TELAAH PUSTAKA
a. Keberhasilan Proses Belajar
Seorang guru yang profesional, dia tentu tidak sekedar bertugas mentransfer materi dan mengajarkan hafalan. Tetapi, dalam upaya membangun proses pencerdasan siswa, maka guru harus berani bertindak dan mengemukakan ide-ide yang inovatif untuk mampu mendorong tumbuhnya sikap kreatif siswa dan senantiasa kreatif untuk menampilkan pikiran-pikiran alternative. Di samping itu, guru juga dituntut tidak stagnan, melainkan terus secara dinamis mengembangkan diri melalui proses pembelajaran terbuka dan menyenangkan.
Dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien mengenai pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai tekhnik-tekhnik atau metode mengajar (Soetardjo, 1998).
Tujuan mengajar adalah untuk mengadakan perubahan yang dikehendaki dalam tingkah laku seorang pelajar. Perubahan dilakukan seorang guru dengan menggunakan suatu strategi mengajar untuk mencapai tujuan dengan memilih metode yang tepat (Nur, 2000).
Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada faktor guru saja, tetapi berbagai faktor lainnya juga berpengaruh untuk menghasilkan keluaran atau out put proses pengajaran yang bermutu. Namun pada hakekatnya guru tetap merupakan unsur kunci utama yang paling menentukan, sebab guru adalah salah satu unsur utama dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi pendidikan (Amiruddin, 1989).
Pengajaran adalah susunan informasi dan lingkungan yang memfasilitasi pembelajaran. Lingkungan tidak hanya tempat berlangsungnya pengajaran tetapi juga metode, media dan peralatan yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan membimbing siswa belajar. Penyusunan informasi, pilihan strategi pengajaran, menentukan lingkungan pengajaran menjadi tanggung jawab guru. Pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap baru pada saat individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan.
Proses pengajaran-pembelajaran mencakup pemilihan, penyusunan dan cara penyampaian informasi dalam suatu lingkungan yang sesuai dan cara siswa berinteraksi dengan informasi itu (Wartono, 2004).
Menurut Tim Dikdatik Metodik Kurikulum Depdikbud (1995:1 dalam Santyasa), pembelajaran berarti perbuatan atau aktivitas yang menyebabkan timbulnya kegiatan atau kecakapan baru pada orang lain. Sedangkan Nana Sudjana (1989:7) memberikan batasan pembelajaran sebagai berikut:
Kegiatan pembelajaran adalah pelaksaaan proses belajar mengajar, yakni suatu proses penterjemahan dan mentransformasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum kepada para siswa melalui interaksi belajar mengajar di sekolah.
Definisi lain dari Roeestiyah N.K. (1986 :41 dalam Santyasa) Pembelajaran adalah (1) transfer pengetahuan kepada siswa, (2) mengajar siswa bagaimana caranya belajar, (3) hubungan interaksi antara guru dan siswa, (4) proses interaksi siswa dengan siswa dan konsultasi guru.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah serangkaian proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru di dalam kelas dalam menyampaikan program pembelajaran pada sejumlah siswa sehingga terjadi interaksi dua arah, yaitu guru-siswa, siswa-guru dan siswa-siswa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

b. Pembelajaran dengan Media Komputasi
Menurut von Glaserfeld, pembelajaran adalah membantu seseorang berfikir secara benar dengan membiarkan berfikir sendiri. Berfikir yang baik lebih penting daripada mempunyai cara berfikir yang baik, berarti cara berfikirnya dapat digunakan untuk menghadapi suatu fenomena baru, akan dapat menemukan pemecahan dalam menghadapi persoalan yang lain. Siswa yang sekedar menemukan jawaban benar belum pasti dapat memecahkan persoalan baru karena mungkin ia tidak mengerti bagaimana menemukan jawaban itu.
Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Pembelajaran berarti partisipasi guru bersama siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikapkritis dan mengadakan justifikasi. Jadi, pembelajaran adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Komputasi sebenarnya dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Sedangkan kimia komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata. Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya), energi dan selisish energi, muatan, momen dipol, kereaktifan, frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya. Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis.proses denaturasi protein), perubahan fasa, serta peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di tingkat atom dan molekul. Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga untuk bidang-bidang tumpang tindih antara ilmu komputer dan kimia (Wikipedia).

c. Materi Pembelajaran Kimia dengan Media Komputasi
Berikut ini disajikan beberapa materi ilmu kimia tingkat SMU yang dapat digunakan sebagai materi praktek visualisasi dengan menggunakan komputer.

1. Keunikan Atom Karbon
Karbon Mempunyai 4 Elektron Valensi. hal ini akan menuntungkan karena untuk mencapai kestabilan, karbon dapat membentuk 4 ikatan kovalen. Unsur dari golongan lain tidak dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak itu kecuali jika melebihi konfigurasi oktet. Boron dan nitrogen hanya dapat membentuk 3 ikatan kovalen. Karbon membentuk ikatan kovalen dengan berbagi unsure nonlogam, terutama dengan hydrogen, oksigen, dan nitrogen dan golongan halogen (F,Cl,Br,I), bahkan dengan beberapa unsure logam, seperti magnesium. Perhatikan beberapa contoh dibawah ini





CH4 CHCl3







CH3OH CH3NH2
Gambar 1. Berbagai Senyawa Karbon
2. Rantai Atom Karbon
Atom karbon dengan empat electron valensi dapat mebentuk ikatan antar atom karbon berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap atau rangkap tiga. Selain itu, atom karbon dapat pula membentuk rantai melingkar (siklik). Hal itulah yang menyebabkan mengapa jumlah senyawa karbon menjadi sangat banyak.beberapa contoh senyawa berikut.




Metana Etana Etena






Etuna Siklopropana Benzena
Gambar 2. Berbagai Macam Bentuk Ikatan
3. Atom Karbon Primer,Sekunder, Tersier Dan Kuartener
Tabel 1. Contoh Ikatan Kovalen

Bentuk Molekul Jumlah Atom Karbon
Primer Sekunder Tersier Kuartener








5 3 1 1

Hidrokarbon
a. Penggolongan Hidrokarbon
Tabel 2. Bentuk Rantai Karbon
No. Nama Bentuk Molekul Jenis rantai Karbon
1. 2-Metilbutana




Alifatik (rantai terbuka)


2.


Siklobutana








Alisiklik (rantai melingkar)
3. Benzena







Aromatik (Berikatan Konjugat)

Berdasarkan jenis ikatan antaratom karbonnya, hidrokarbon dibedakan atas jenuh dan tidak jenuh.
Tabel 3. Jenis ikatan
No Struktur Nama Senyawa Jenis Ikatan


1





Propane

(jenuh)


2






Propena

(tak jenuh)


3







Propuna


(tak jenuh)

b. Keisomeran
Table 4. Rumus Struktur Mempunyai Rumus Molekul Yang Sama
No Struktur Nama Senyawa Titik Didih


1






n-butana

-0,50C



2








Isobutana


-10 0C

c. Sifat-Sifat Hidrokarbon
Table 5. Sifat Hidrokarbon
No. Nama Bentuk molekul Titik Didih Titik Leleh

1.
n-pentana





-130 0C
+36 0C


2.

isopentana






-160 0C

+28 0C


3.

neopentana









-200 0C

+9 0C


















BAB III
METODOLOGI PENULISAN
Design Penulisan
Kimia komputasi adalah sebuah software yang dibuat khusus untuk menerjemahkan hasil kimia teori ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata.
Dasar pemikiran dalam penggunaan kimia komputasi dalam pembelajaran adalah melalui beberapa tahap yaitu :
(1) Refleksi Awal
Bersama-sama dengan pengamat (guru mitra) menggali permasalahan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia (Hidrokarbon). Dan selanjutnya dilakukan diskusi diantara para peneliti tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut.
(2) Penetapan dan Rancangan Tindakan
Rancangan tindakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :







(3) Pelaksanaan Tindakan
Siklus dilaksanakan selama 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit, dengan rincian sebagai berikut :
a) Jam pertama (45 menit), guru mensetting kelas.
b) Jam kedua (45 menit), salah satu peneliti (guru mitra) menyampaikan materi Hidorkarbon dengan media komputasi.
c) Jam ketiga (45 menit), dengan bimbingan guru siswa diajak berdiskusi untuk mengeksplorasi pemikirannya tentang pengamatan terhadap materi yang ditampilkan pada LCD, sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung dari guru kepada siswa.
(4) Monitoring
Tindakan monitoring ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung, dengan menggunakan teknik pengamatan dan pencatatan yang meliputi kejadian, perubahan tingkah laku laku, cara, dan teknik pendokumentasian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas.
(5) Analisis Data dan refleksi
Data hasil monitoring yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kolaboratif antara peneliti dengan guru, yang bertujuan untuk mengetahui apakah skenario yang kita siapkan dan lakukan telah mencapai tujuan seperti pada kompetensi-kompetensi yang ada. Sehingga berdasarkan analisis tersebut, maka dapat melakukan refleksi dimana kelemahan ataupun kelebihan sehingga dapat diidentifikasi dan dapat diminimalisasi pada siklus selanjutnya.
(6) Data dan Cara Pengumpulan
Tabel 6. Cara Pengumpulan Data
Data Cara Pengumpulan Sumber
Hasil Pengamatan Partisipatif Lembar Pengamatan /Observasi Siswa
Observasi aktivitas di kelas Lembar Observasi Siswa
Pengukuran hasil belajar Lembar Hasil tes Siswa







BAB IV
PEMBAHASAN
a. Pemecahan Masalah
Perangkat Lunak (software) adalah untuk memberikan solusi pada permasalahan mata pelajaran kimia, dimana siswa mempelajari kimia pada umumnya hanya sebatas teori yang bersumber dari buku pegangan ataupun penjelasan guru. Untuk itu banyak siswa SMA kurang memahami kimia secara abstrak tanpa dibarengi dengan kegiatan praktek.
Pada umumnya, siswa merasa bahwa mata pelajaran kimia dianggap mata pelajaran paling sulit bila dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Tentunya ini menjadi suatu masalah khususnya bagi guru kimia, sehingga sebagai guru harus mempunyai kreasi dan inovasi mengajar dalam kaitannya dengan proses pemahaman siswa. Kesuksesan seorang guru bukan dilihat dari seberapa selesai materi yang diajarkan, melainkan seberapa besar pemahaman siswa dalam menyerap penjelasan guru. Proses belajar mengajar akan sukses apabila didukung oleh semua pihak, baik dari siswa, guru, kepala sekolah, ataupun dari segi kelengkapan peralatan yang menunjang materi tersebut.
Kegiatan praktikum sangat berperan penting dalam mempelajari kimia agar memudahkan memahami materi-materi yang diajarkan. Siswa tidak cukup untuk duduk, diam dan mendengarkan materi melainkan harus dituntut untuk bereksperimentasi kimia sehingga ada sinkronisasi antara teori dan praktek. Namun kegiatan praktek inilah yang menjadi kendala bagi setiap sekolah yang ada di Gorontalo khususnya dan sekolah di Indonesia pada umumnya. Tidak semua sekolah mempunyai laboratorium kimia, mengingat laboratorium itu membutuhkan banyak anggaran. Akan tetapi pada umumnya, sekolah sudah dilengkapi dengan laboratorium komputer menuju sekolah berbasis IT. Hal inilah yang harus dimanfaatkan oleh guru untuk bisa melakukan eksperimentasi kimia dengan menggunakan media komputer. Salah satu materi yang dianggap sulit bagi siswa adalah materi hidrokarbon sehingga dalam mempelajari materi ini dapat dilakukan praktek komputer dengan menggunakan visualisasi.
Alternatif Pemecahan Masalah adalah sebagai berikut :
a) Pada penelitian tindakan kelas ini akan digunakan Strategi Pembelajaran Kognitif Aktif :
Dimana pada proses pembelajaran kimia yang dilakukan akan digunakan media komputasi tentang Ilustrasi Hidrokarbon. Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam membangun pemikirannya sendiri tentang materi yang disampaikan melalui pengamatan langsung terhadap tampilan-tampilan slide pada layar LCD
b. Pemecahan masalah di atas terdiri atas beberapa tahap, yaitu :
• Siswa diajak terlibat aktif pada saat guru menyampaikan pembelajaran dengan media komputasi.
• Siswa akan membangun pemikiran pada dirinya sendiri tentang konsep materi yang disampaikan melalui ilustrasi tampilan slide pada layar LCD.
• Siswa diajak berdiskusi.
• Mengambil kesimpulan.
c. Indikator Keberhasilan dari tindakan yang dilakukan adalah :
• Siswa mampu belajar aktif dan memposisikan dirinya dengan baik dan tepat dimana ia telah mempunyai bekal pengetahuan sendiri dan penguasaan tertentu terhadap suatu konsep (bukan hanya bersumber pada guru).
• Kemampuan siswa untuk mendefinisikan, mendeskripsikan dan menggambarkan ilustrasi dari konsep materi yang telah disampaikan.
• Kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam mendiskripsikan dan memecahkan masalah.

b. Pengenalan Software Visualisasi Struktur Molekul
Untuk dapat melakukan praktek visualisasi ini maka dibutuhkan seperangkat komputer dengan spesifikasi standar dan terutama menggunakan sistem operasi Windows minimal 9X. Spesifikasi perangkat keras berupa komputer dengan prosesor minimal pentium dengan RAM 16 MB dan kapasitas kosong dari harddisk sekitar 700 MB-1500 MB untuk instalasi software (tergantung keperluan). Kemampuan grafis komputer semakin tinggi akan semakin baik. Printer warna hanya diperlukan apabila guru memberikan tugas untuk mencetak dan pembuatan laporan. Saat ini banyak software yang dapat digunakan untuk aplikasi visualisasi struktur molekul, baik software yang bersifat komersial maupun yang bersifat freeware (gratis) atau shareware (gratis untuk sementara waktu atau gratis untuk software versi terbatas). Kebanyakan software komersial berharga relatif mahal dan relatif tidak terjangkau untuk keperluan pembelajaran SMU di Indonesia. Hal ini dapat diatasi dengan strategi pemilihan software yang bersifat freeware atau shareware tersebut. Untuk keperluan visualisasi senyawa-senyawa organik atau anorganik tertentu, dapat digunakan software Rasmol. Software ini dapat didownload secara gratis dari internet. Kelemahan software ini hanya dapat untuk visualisasi tanpa dapat digunakan untuk pembuatan atau manipulasi struktur molekul. Software yang dapat digunakan untuk keperluan pembuatan atau manipulasi struktur misalnya adalah HyperChem, Chem3D atau Alchemy. Software versi demo dari program-program tersebut tersedia di website masing-masing produsen software tersebut dan dapat didownload secara gratis. Untuk keperluan visualisasi struktur kristal dapat menggunakan software Xtal atau PowderCell. Software tersebut bersifat komersial dan versi demo juga tersedia di website masing-masing produsen. Alternatif lain yang dapat dilakukan guru adalah apabila di sekolah tersedia jaringan internet maka guru dapat menggunakan fasilitas situs web dengan alamat http://www.molecules.org/. Untuk keperluan ini maka guru dapat memanfaatkan aplikasi tersebut baik secara on-line maupun off-line. Untuk keperluan ini diperlukan software untuk browsing seperti Internet Explorer, Netscape Navigator atau Opera. Selain itu diperlukan juga suatu software kecil untuk keperluan visualisasi sebagai plug-in browser yang digunakan yakni software Chime. Software ini dapat didownload secara gratis dan diinstalkan langsung di komputer.
Sebelum dikenalkan aspek visualisasi struktur molekul, pada bagian ini dikenalkan format kode file (source code) sehingga dapat diterjemahkan komputer sebagai suatu gambaran struktur. Molekul harus dijabarkan dalam bentuk identifikasi seluruh jenis atom-atom penyusun molekul dan koordinat atom tersebut dalam bentuk koordinat Cartesian (XYZ). Identifikasi jenis atom meliputi lambang atom, spesifikasi jenis atom, muatan dan keterangan lain bila diperlukan. Selanjutnya berdasarkan identifikasi jenis atom dan koordinat tersebut akan diterjemahkan menjadi susunan atom-atom dan oleh komputer untuk panjang ikatan yang sesuai akan diterjemahkan menjadi ikatan atom. Gambaran umum ini berlaku untuk seluruh program visualisasi komputer, yang membedakan hanya aturan penulisan dan format detail yang lebih spesifik.

c. Proses Pembelajaran Menggunakan Media Komputasi
Sebelum memulai proses pembelajaran guru menseting kelas agar sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya memandu proses pembelajaran dengan menggunakan media komputasi yaitu visualisasi struktur molekul terhadap materi hidrokarbon. Sebagai guru harus bisa memposisikan tugasnya, kecenderungan siswa mempunyai karakter auditori atau visualisasi. Auditori adalah karakteris siswa yang lebih mengarah kepada cara mengajar secara lisan sedangkan visualisasi adalah karakter siswa mengarah pada materi yang diajarkan melalui media, sehingga apabila hal ini digabungkan akan lebih memberikan pemahaman terhadap siswa terkait dengan pembelajaran kimia.dimana guru dalam mengajar di barengi dengan kegiatan praktek menggunakan visualisasi sehingga materi yang ditransfer bukan hanya menjadi angan-angan belaka melainkan dapat dibuktikan secara nyata.









BAB V
PENUTUP
a. Simpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pembelajaran dengan menggunakan kimia komputasi merupakan solusi yang tepat untuk memberikan pemahaman secara nyata pada mata pelajaran kimia.
2. Memberikan wawasan kepada guru pembelajaran berbasis ICT
3. Sebagai media alternatif pengganti laboratorium kimia
b. Saran
Adapun yang menjadi saran pada penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Pemanfaatan software Chems3D sebagai media pembelajaran dikalangan guru atau tenaga pendidik harus benar-benar relefan dengan materi yang diajarkan, sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep materi pelajaran kimia lebih baik.
2. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan Chems3D untuk jenis-jenis lainnya yang dapat di temukan dan di download di internet atau dikembangkan sendiri.










DAFTAR PUSTAKA
Anas, Muhamad. 2008. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. (Online).http://www.puslitjaknov.org/data/file/2008/makalah_poster_session_pdf/MuhamadAnas_PemanfaatanInformasidanKomunikasi%28TIK%29.pdf (diakses 1 Mei 2010)

Baharudin. 2000. Analisis Kesulitan Siswa pada Pokok Bahasan Reaksi Reduksi-Oksidasi. Thesis pada Program Pasca Sarjana UPI. Bandung.

Firman, H. 2000. Beberapa Pokok Pikiran tentang Pembelajaran Kimia di SLTA. Makalah pada diskusi Guru Kimia Aliyah Jawa Barat. BPG Bandung. [Online]. Tersedia : http://www.harryfirman.com. (5 mei 2010)

Juwita, Leni. 2007. Potensi Teknologi Informasi. (online) http://lenijuwita.wordpress.com/2007/03/10/potensi-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-peningkatan-mutu-pembelajaran-di-kelas/ (diakses 1 Mei 2010)

Purba, Michael .2007. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga

Tahir, Iqbal. 2006. Pemanfaatan Software Kimia (online) http://iqmal.staff.ugm.ac.id/wp-content/semloktik-2003-iqmal.pdf (diakses 1 Mei 2010)

Utomo, Pristiadi. 2010. Contoh Proposal Ptk Mata Pelajaran Kimia.(online) http://Pristiadi Utomo.wordpress.com/CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA « Ilmuwan Muda.htm. (diakses 5 mei 2010)




DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama : Eko Cahyono
NIM : 441406012
Fakultas : Matematika dan IPA
Jurusan : Kimia
Prodi : S1 Pend. Kimia
Organisasi :
• Anggota HMJ Kimia periode 2007-2008
• Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan Potensi Anggota HMJ Kimia Periode 2008-2009
• Ketua Bidang Kesejahteraan Anggota FKMT Periode 2008-2009
• Sekretaris Umum Kelompok pengguna linux indonesia (KPLI) daerah gorontalo
• Sekretaris Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Negeri Gorontalo Periode 2009-2010
• Manager Operasional Bimbingan Belajar Independent Study Club Tahun 2009-2010
Tempat/Tanggal Lahir : Tirta Kencana, 11 Juli 1987
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Dewi Sartika No.17 RT/RW 02/01
Telp : 085231355743
Pendidikan : SDN Inpres Titra Kencana (1993-1999)
SLTP Negeri 1 Toili (1999-2002)
SMAN 1 Toili (2002-2005)
UNV. NEG. GORONTALO (2006-sekarang)
Karya Tulis Lainnya :
- Pembuatan plastik biodegradable
- Pemanfaatan barang aktif sebagai adsorben pada minyak goreng bekas di industri gorengan.
- Segmen baru industri agropolitan melalui terobosan Binte Biluhuta instan

Prestasi yang pernah dicapai :
Juara III Lomba Poster Ilmiah tingkat Fakultas


Penulis,

Eko Cahyono
NIM. 441406012























Nama : Syamsul Hakim
NIM : 441407062
Fakultas : Matematika dan IPA
Jurusan : Kimia
Prodi : S1 Pend. Kimia
Organisasi : Ketua Bidang Kesejehahteraan Anggota
HIMKA (2009-2010)
Tempat/Tanggal Lahir : Luwuk, 30 Juni 1988
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. kalimantan Rt01 Rw02, Liluwo-Gorontalo
Telp : 085657088046
Pendidikan : SDN UNJULAN (1995-2001)
SMPN 7 KILONGAN (2001-2004)
MAN LUWUK (2004-2007)
UNV. NEG. GORONTALO (2007-sekarang)
Karya Tulis Lainnya : Pemanfaatan bahan bekas menjadi alat destilasi sederhana
sebagai alat bantu praktek pembelajaran kimia SMA

Prestasi yang pernah dicapai : -
Juara III Karya Tulis Ilmiah Tingkat Fakultas MATEMATIKA DAN IPA UNG

Penulis,

Syamsul Hakim
NIM. 441407062





Nama : Hardis
NIM : 441408015
Fakultas : Matematika dan IPA
Jurusan : Kimia
Prodi : S1 Pend. Kimia
Organisasi : HIMKA (2008-2009)
Tempat/Tanggal Lahir : Sinorang, 30 November 1989
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. kalimantan Rt01 Rw02, Liluwo-Gorontalo
Telp : 085657088046
Pendidikan : SDN TADUNO (1996-2002)
SMPN 3 LO.BANGKURUNG (2002-2005)
SMAN 1 BANGKURUNG (2005-2008)
UNV. NEG. GORONTALO (2008-sekarang)
Karya Tulis Lainnya : -
Prestasi yang pernah dicapai : -


Penulis,

Hardis
NIM. 441408015




No comments:

Post a Comment