Wednesday, June 30, 2010

PENGGOLONGAN MATERI

Secara umum, materi dapat dibedakan atas zat tunggal (murni) dan campuran (majemuk). Secara singkat, pembagian materi dapat dilihat pada bagan berikut:

1.Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia, contohnya : besi, emas, tembaga , alumunium, oksigen, belerang. Berdasarkan sifat-sifatnya, unsur dapat digolongkan sebagai berikut :
a.Unsur Logam
Sifat-sifat unsur logam meliputi:
Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali raksa, cesium, transium,dan gallium cair.
Dapat menghantarkan arus listrik.
Mengkilap.
Dapat ditempa, press menjadi lempengan.

a.Unsur Non Logam
Sifat-sifat unsur nonlogam meliputi:
Pada suhu kamr ada yang berwujud padat,cair dan umumnya gas.
Tidak dapat menghantarkan arus listrik dan panas. Kecuali karbon(semikonduktor)
Yang padat umumnya tidak mengkilap seperti logam kecuali karbon dan iodin.
Sangat rapuh, susah ditempa.
b.Unsur Metaloid
Unsur metaloid merupakan unsur peralihan dari logam ke nonlogam. Contohnya boron, silikon, germanium, astatine, tellurium, polonium, dan polininium.
Penulisan unsur menggunakan lambang huruf yang disebut lambang unsur. Lambang unsur yang sekarang dipakai adalah lambang unsur yang menganut sistem Berzellius, dengan aturan sebagai berikut:
a)Lambang unsur yang ditulis dengan satu huruf ditulis dengan huruf kapital, berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin. Misalnya:
Oksygen = O Fluor = F
Hydrogen = H Boron = B
Nytrogen = N Sulfur = S
Carbon = C Phosforus = P
Iodium = I
b)Lambang unsur yang ditulis dalam dua huruf , huruf pertama ditulis dengan huruf capital berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin dan huruf kedua ditulis dengan huruf kecil berasal dari huruf berikutnya nama unsur tersebut. Misalnya:
Natrium = Na Ferrum = Fe
Calsium = Ca Zinkum = Zn
Litium = Li Cuprum = Cu
Magnesium = Mg Helium = He
Aluminium = Al Chlorium = Cl
c)Lambang unsur yang ditulis dalam tiga huruf, huruf pertama ditulis dalam huruf capital huruf kedua dan ketiga dalam huruf kecil berasal dari huruf depan dan huruf berikutnya nomor atom unsur tersebut dalam bahas latin. Misalnya:
Unnil heksium = Unh
Unnil septiuim = Uns
Unnil oktium = Uno

1.Senyawa
Senyawa merupakan gabungan unsur yang saling berkaitan atau suatu zat yang mengandung dua unsur atau lebih yang bergabung dalam perbandingan massa tertentu.
Ciri-cirinya senyawa adalah:
Gabungan unsur yang saling berikatan.
Sifat unsur penusun tidak tampak.
Dapat dipisahkan menjadi unsur penyusunnya dengan rekasi kimia.
Contoh penguraian senyawa menjadi zat-zat lain (dengan cara kimia ) :
a)Air (H2O ).
Senyawa : Air adalah zat cair jernih tidak berasa, tidak berwarna dan tidak dapat terbakar
Unsur penyusun: Gas hydrogen sangat mudah terbakar dan gas oksigen diperlukan dalam proses pembakaran
b)Gula C6H12O6)
Senyawa : Gula tebu merupakan zat padat putih dan rasanya manis
Unsur penyusun: Karbon, gas hydrogen dan gas oksigen. Karbon (arang) adalah zat padat yang berwarna hitam, gas hydrogen mudah terbakar sedangkan gas oksigen diperlukan untuk pembakar
c)Garam dapur (NaCl)
Senyawa : Natrium klorida (NaCl) merupakan zat padat berwarna putih dan rasanya asin.
Unsur penyusun : Natrium dan klorin. Natrium merupakan logam yang reaktif sedangkan gas klorin merupakan unsur non logam yang sangat reaktif dan berbau.

2.Campuran
Campuran merupakan dari dua zat/lebih yang masih tampak sifat asalnya, atau dua zat muni atau lebih yang bergabung dengan perbandingan sembarang. Ciri-ciri dari campuran adalah:
Gabungan dari zat-zat tunggal.
Sifat unsure penyusun masih tampak.
Dapat dipisahkan secara fisika.
Berdasarkan sifatnya, campuran dapat dibagi menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
a.Campuran Homogen
Campuran homogen adalah campuran yang tidak bisa dibedakan antara zat-zat yang bercampur di dalamnya. Seluruh bagian yang bercampur mempunyai sifat yang sama. Contohnya :
Udara merupakan campuran bermacam-macam gas seperti nitrogen, oksigen, dan lain-lain dan masing-masing gas tidak bisa dibedakan.
Paduan logam merupakan campuran dari beberapa jenis logam, masing –masing logam tidak bisa dibedakan. Suatu campuran homogen yang dengan mikroskop pun tidak bisa dibedakan partikel-partikel penyusunnya disebut larutan.
Campuran homogen dibedakan 3 macam .
1.Larutan Gas
2.Larutan Cair
3.Larutan Padat
Contoh larutan padat adalah kuningan (tembaga + seng), perunggu (tembaga + timah), baja (besi + krom + nikel).
b.Campuran heterogen
Campuran heterogen adalah campuran yang mengandung zat-zat yang tidak dapat bercampur satu dengan yang lain secara sempurna. Masih dapat dikenali sifat-sifat partikel dari zat asal yang bercampur tersebut, seperti bentuk dan warnanya. Contohnya :
Batu-batu yang ada di alam ( batu kapur, batu pualam )
Air Lumpur
Air dengan minyak
Dari uraian di atas kita dapat mengelompokkan campuran heterogen dan campuran homogen dengan melihat ciri-cirinya:

Komponen-komponen dalam campuran dapat dipisahkan dengan cara:
a.Dekantasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi).
Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir.
b.Filtrasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas. Filtrasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut.
Contoh: Pemisahan campuran air dan kopi.
c.Kristalisasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. Kristalisai dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut.
Contoh : Pemisahan campuran air dan garam.
d.Sublimasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim.
Contoh : Pemisahan campuran kotoran dalam kapur barus.
e.Destilasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen campuran tersebut melalui pemanansan/pendidihan campuran. Destilasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat cair yang berbeda titik didihnya.
Contoh : Pemisahan campuran air dan alkohol.
f.Kromatografi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan peresapan pada medium resap/adsorben.
Contoh : Pemisahan campuran air dan tinta.

No comments:

Post a Comment