Friday, July 9, 2010

Tata Nama Senyawa Terner

Senyawa terner sederhana meliputi asam, basa, dan garam. Asam, basa, dan garam adalah tiga kelompok senyawa yang saling terkait satu dengan yang lain. Reaksi asam dan basa menghasilkan garam.
1. Tata Nama Asam
Rumus asam terdiri atas atom hidrogen (di depan, dapat dianggap sebagai ion H+ ) dan suatu anion yang disebut sisa asam. Akan tetapi, perlu diingat bahwa asam adalah senyawa kovalen, bukan senyawa ion. Nama anion sisa asam sama dengan asam yang bersangkutan tanpa kata asam.
Rumus molekul dan nama dari beberapa asam yang lazim ditemukan
dalam laboratorium dan kehidupan sehari-hari adalah:
H2SO4: asam sulfat (dalam aki)
HNO3: asam nitrat
H3PO4: asam fosfat
CH3COOH : asam asetat (asam cuka)
(Martin S. Silberberg, 2000)
2. Tata Nama Basa
Basa adalah zat yang di dalam air dapat menghasilkan ion OH–. Larutan basa bersifat kaustik, artinya jika terkena kulit terasa licin seperti bersabun. Pada umumnya basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH– . Nama senyawa basa sama dengan nama kationnya yang diikuti kata hidroksida.
Al(OH)3: aluminium hidroksida
Cu(OH)2: tembaga(II) hidroksida
Ba(OH)2 : barium hidroksida

3. Tata Nama Garam
Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisaasam. Rumus dan pemberian nama senyawa garam sama dengan senyawa ion.


4. Tata Nama Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Pada awalnya, senyawa organik ini tidak dapat dibuat di laboratorium, melainkan hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup. Oleh karena itu, senyawa-senyawa karbon tersebut dinamai senyawa organik. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. Selain nama sistematis, banyak senyawa organik mempunyai nama lazim atau nama dagang (nama trivial). Beberapa di antaranya sebagai berikut.

No comments:

Post a Comment