Thursday, August 5, 2010

MEKANISME REAKSI DAN LAJU PENENTU KECEPATAN REAKSI

Pada umumnya reaksi senyawa-senyawa organik berlangsung melalui beberapa tahap (kompleks). Salah satu tahapan tersebiit adalah merupakan langkah penentu laju reaksi {rate determining Stef-RDS). Tahapan penentu laju adalah tahapan yang berlangsung paling lambat. Untuk reaksi banyak langkah (reaksi kompleks) maka tiap tahap reaksi dipandang sebagai proses elementer. Untuk proses ele-menter maka laju reaksi sebanding dengan konsentrasi reaktan dipangkatkan dengan koefisien yang secara umum umum ditulis.


R = k Aa + Bb
Laju reaksi kompleks ditentukan berdasarkan eksperimen de¬ngan mengikuti tiga pedoman sebagai berikut.
1.Proses elementer dengan peruraian molekul tunggal (um-molekuler) atau tumbukan dua molekul (bimolekuler) lebih mung-kin dibandingkan dengan tiga molekul bertumbukan secara serentak (tennolekulaer).
2.Semua proses elementer dipandang sebagai proses dapat balik (reversibe!) dan akan mencapai kondisi keadaan tetap (steady state) yaitu laju ke kiri dan ke kanan sama sehingga konsentrasi konstan
3.Proses elementer yang berlangsung paling lambat adalah me-rupakan laju penentu kecepatan reaksi (RDS).

Sumber :
Sitorus, Marham. 2008. Kimia Organic Fisik. Yogyakarta : Graha Ilmu


No comments:

Post a Comment