Sunday, August 1, 2010

Metode Ilmiah dalam Analisis Kimia

Proses analisis kimia merupakan kerja seorang ilmuwan. Bila ilmuwan mela-kukan kerja untuk menghasilkan sesuatu kebenaran ilmiah, maka mereka akan melakukan langkah-langkah sistematis yang dikenal sebagai metode ilmiah. Kebenaran ilmiah yang digali dengan metode ilmiah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena memiliki reprodusibilitas yang tinggi, sehingga dapat dibuktikan oleh setiap pemerhati keilmuan. Langkah-langkah pokok dalam metode ilmiah dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: (1) menetapkan masalah; (2) melakukan kajian teoritik dan menarik hipotesa; (3) melakukan eksperimen atau observasi; (4) mengolah data hasil observasi; (5) menarik kesimpulan.

Masalah merupakan problema spesifik yang dicari jawabannya. Setiap problema yang akan dipecahkan memiliki variabel-variabel terukur yang dikenal sebagai variabel penelitian. Sumber masalah dalam kimia analisis adalah sampel atau cuplikan. Sampel pada umumnya bagian kecil dari analit atau fasa ruah yang mewakili analit, sehingga hasil analisis sampel mewakili populasi.
Kajian teoritik sebelum melakukan analisis sangat diperlukan untuk memberikan landasan berfikir yang benar. Melalui kajian teoritik yang mendalam akan terhindarkan
analisis secara trial and error yang sangat merugikan dari segi waktu maupun pemakaian bahan kimia. Melalui kajian teoritik kita mampu menarik hipotesis, sebagai jawaban sementara atas masalah. Hipotesis yang didasarkan pada kajian teoritik yang mendalam merupakan panduan yang baik untuk melakukan eksperimen.
Observasi, hukum dan teori merupakan tiga pilar utama untuk kemajuan setiap bidang keilmuan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Observasi menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif yang digunakan sebagai landasan untuk merumuskan hukum. Penjelasan atas hukum dinyatakan dalam teori yang dapat digunakan sebagai landasan berfikir pada observasi selanjutnya. Dengan demikian antara observasi, hukum dan teori membentuk siklus yang mampu memacu cepatnya perkembangan ilmu kimia. Secara ringkas, siklus metode ilmiah digambarkan pada Gambar 1.1 berikut. Perkembangan kimia analisis tidak terlepas dari aplikasi metode ilmiah dan kemajuan teknologi yang mendukungnya.
Observasi merupakan inti dari kimia analisis untuk mengungkap kebenaran ilmiah tentang komposisi bahan kimia. Langkah-langkah dalam melakukan analisis sampel sampai mencapai hasil analisis dikenal sebagai prosedur analisis. Hasil observasi adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif umumnya mengandung informasi lebih banyak dibandingkan data kualitatif. Berdasarkan pengolahan data kualitatif dan atau data kuantitatif ditarik kesimpulan, yang merupakan jawaban ilmiah atas masalah. Kesimpulan yang teruji kebenarannya secara terus menerus disebut sebagai hukum. Hukum Lambert-Beer tentang penyerapan dalam spekroskopi dikembangkan dari analisa data absorbansi dalam berbagai konsentrasi analit. Hukum dalam kimia dinyatakan dalam bentuk hubungan matematika atau dengan menggunakan pemyataan sederhana. Hukum Lambert-Beer biasa dinyatakan dengan persamaan A = £,b c, dimana A = nilai absorbansi, £,= tetapan ekstingsi molar, b = tebal larutan penyerap atau tebal kuvet, c = konsentrasi molar larutan penyerap. Hukum Lavoiser dinyatakan dengan pemyataan sederhana " massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama". Hukum tidak memberikan penjelasan rinci. Penjelasan rinci tentang fenomena yang dilandasi oleh hukum dikenal sebagai teori. Teori kuantum tentang cahaya merupakan penjelasan rinci dari hukum Planck E == h c λ-1.

Sumber : JICA.KIMIA ANALITIK.BANDUNG:UPI

No comments:

Post a Comment